Asterisk* adalah salah satu software Server VoIP yang didistribusikan melalui GPL
(GNU General Public License) dimana seperti software open source lainnya, dapat
didownload gratis dari internet. Asterisk disebut sebagai IP PBX, karena memiliki
fungsi dan kemampuan layaknya PBX namun berbasis IP.
Dengan Asterisk, konfigurasi sebuah IP PBX dibedakan menjadi 2 bagian besar yaitu
konfigurasi komponen Data Account dan komponen Dial Plan. Data Account
merupakan kumpulan data-data dari sebuah account, baik berupa account extension
(terminal) maupun trunk, yang menghubungkan IP PBX dengan jaringan yang lain.
Data Account merepresentasikan nomor atau nama dari user IP PBX, atau nomor atau
nama dari server atau IP PBX lain.
A. Konfigurasi Data Account
Konfigurasi ini digunakan untuk me-registrasi user. Konfigurasi Data Account
dilakukan dengan meng-edit file sip.conf. File sip.cof ini berada di lokasi
/etc/asterisk/.
File tersebut dapat di-edit dengan perintah :
nano /etc/asterisk/sip.conf.
Pastikan bahwa seluruh perintah pada file ini sudah di-non aktifkan. Untuk
memudahkan mencari perintah-perintah yang belum di non aktifkan, pada saat masuk
ke file sip.conf, ketik : syntax on, perintah yang belum di-non aktifkan akan berwarna
selain biru. Selanjutnya, ketik perintah di bawah ini pada bagian paling akhir dari isi
file sip.conf.
Konfigurasi Data Account untuk Extension yang dapat ditambahkan pada file ini
adalah
sebagai berikut :
1. Konfigurasi Data Account Umum
[general] -->> context umum,harus ada

context=default -->> nama context user
port=5060 -->> default port untuk SIP
binaddr=0.0.0.0 -->> listen semua ip_addr yg request
srvlookup=yes
tos=0x18
videosupport=yes
2.Konfigurasi Data Account User / Extensions
;softphone -->> nama atau nomor account
[101] (user/extension)
type=friend -->> tipe account
username=101 -->> login account
secret=101 -->> password account
host=dynamic -->> host yang menjadi IP PBX,dpt berubah
nat=no -->> tanpa NAT
dtmfmode=rfc2833 -->> RTP Payload for DTMF Digits, Telephony Tones and
Telephony Signals
allow=all -->> mode codec, bisa semua jenis codec
callerid=”sip00” -->> id client
context=voipkn -->> context jaringan user
canreinvite=no -->> mekanisme canreinvite
mailbox=101@voipkn -->> username@context
Konfigurasi di atas hanya berlaku bagi sebuah data account / user. Jika server
mempunyai banyak user / extensions, maka harus dibuatkan konfigurasi seperti di
atas, dengan nama dan nomor account yang berbeda.
B. Konfigurasi Dial Plan
Dial Plan berfungsi sebagai routing panggilan antar ekstensi, baik yang berada dalam
satu IP-PBX (lokal) maupun antar IP-PBX, atau biasa disebut dial trunk. Dalam
Asterisk, Dial Plan diprogram dalam satu file yang bernama extensions.conf.
Secara umum, setiap ekstensi dalam Asterisk merujuk pada user tertentu yang
terregister ke Asterisk tersebut sehingga biasanya nomor ekstensi sama dengan id
user.
Untuk mengkonfigurasi dial plan, edit file extensions.conf dengan mengetik
nano /etc/asterisk/extensions.conf.
Pastikan bahwa seluruh perintah pada file ini sudah dinon aktifkan. Ketik perintah di
bawah ini pada bagian paling akhir dari isi file extensions.conf.

;Dial antar ekstensi pada IP-PBX
[voipkn] -->> seluruh dial plan di bawah ini hanya berlaku bagi context ‘voipkn’
exten =>101,1,Dial(SIP/101,20) -->> Dial ext 101 dengan protokol SIP, time out 20
detik
exten =>101,2,Hangup -->> setelah timeout dilakukan hangup
exten =>102,1,Dial(SIP/102,20)
exten =>102,2,Hangup
Apa itu Gateway ???


Gateway adalah suatu perangkat jaringan yang digunakan untuk menghubungkan dua jaringan. Biasanya gateway digunakan sebagai penghubung antara jaringan local (LAN) dengan jaringan public (internet). Selain itu juga gateway juga bertindak sebagai pengatur mana paket-paket yang diperbolehkan lewat mana yang tidak. Gateway ini dapat berupa alat khusus misalnya pada router /modem atau bisa berupa sebuah komputer.
Dikarenakan kita akan membuat gateway maka yang perlu anda lakukan adalah memastikan koneksi ke dua jaringan yang ingin dihubungkan sudah terjalin. Apabila anda menggunakan gateway untuk menshare internet tentu saja anda harus memastikan koneksi internet anda sudah terhubung.
:: Back to Top ::

Koneksi Internet dengan Modem Dial Up

Koneksi modem dial up dilakukan dengan menggunakan protokol ppp. Dimana pada koneksi tersebut kecepatan terbatas hingga 56 kbps. Untuk modem jenis ini jalur yang digunakan untuk mengalirkan suara (telepon) dan data (internet) menggunakan jalur yang sama. Oleh sebab itu apabila anda menggunakan internet maka anda tidak bisa menelpon. Untuk modem dialup terdapat dua macam jenis, yaitu :
Hardware Modem, yaitu modem yang memiliki modem controller terdapat pada modem tersebut. Untuk jenis yang seperti ini bisa menggunakan PCI atau dengan terhubung dengan port COM. Modem jenis inilah yang didukung oleh Linux.
Software Modem atau Winmodem, yaitu modem yang menggunakan modem controller pada motherboard. Untuk modem jenis ini jarang yang didukung oleh
Setting Koneksi Internet dengan Modem Dial Up :

Masukkan konfigurasi modem ke dalam direktori /etc/wvdial.conf, gunakan perintah :
# wvdialconf > /etc/wvdial.conf
Kemudian atur ISP tempat anda mendapatkan akses internet. Sebagai contoh kita gunakan akses dari telkomnet instan. Kita buka file konfigurasi dial-up di /etc/wvdial.conf :
Modem = /dev/ttyS0
Baud = 115200
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
ISDN = 0
Modem Type = Analog Modem
Phone = 080989999
Username = telkomnet@instan
Password = telkom
Kalau sudah anda mensetting konfigurasi di bawah anda sudah bisa memulai koneksi ke internet, dengan perintah :
# wvdial
Apabila sudah maka anda akan mendapatkan IP Address dari ISP berikut IP Gateway yang langsung dikonfigurasikan, tetapi untuk IP DNS walaupun juga diberikan tetapi tidak masuk ke dalam konfigurasi komputer anda sehingga anda harus mengisinya sendiri. Sebagai contoh berikut hasil keluaran ketika melakukan wvdial :

............
--> PPP negotiation detected.
--> Starting pppd at Thu Jun 15 17:52:34 2006
--> pid of pppd: 2755
--> Using interface ppp0
--> pppd: Type
--> pppd: Type
--> pppd: Type
--> pppd: Type
--> local IP address 61.94.10.241
--> pppd: Type
--> remote IP address 61.94.8.2
--> pppd: Type
--> primary DNS address 203.130.196.5
--> pppd: Type
--> secondary DNS address 203.130.208.18
Dari sini anda masukkan primary DNS dan secondary DNS ke /etc/resolv.conf, dengan format :
nameserver 203.130.196.5
nameserver 203.130.208.18
Maka anda siap terhubung dengan internet

Source : http://komputerdasar.blogspot.com/2009/02/apa-itu-gateway.html

Kembali ke laptop
Mail Server atau yang sering disebut juga E-Mail server, digunakan untuk mengirim surat melalui Internet. Dengan begitu, dapat mempermudah dalam penggunanya, karena lebih cepat dan efisien. Untuk membuat Mail Server, harus terdapat SMTP dan POP3 server, yang digunakan untuk mengirim dan menerima E-Mail.
Proses pengiriman eMail bisa terjadi karena adanya SMTP Server (Simple Mail Transfer Protocol). Setelah dikirim, eMail tersebut akan ditampung sementara di POP3 Server (Post Office Protocol ver. 3). Dan ketika user yang mempunyai eMail account tersebut online, mail client akan secara otomatis melakukan sinkronisasi dari POP3 Server.

1. Mail Server

Installasi:
Dalam konfigurasi ini, kita akan menggunakan postfix
Paket yang akan diinstall : Postfix (mail server), courier-imap (smtp), dan courier-pop (pop3)
Dalam Sistem Operasi Debian 6, paket untuk dapat menginstall paket-paket diatas, diperlukan 2 DVD, yang pertama adalah DVD 1 Debian 6 (DVD yang buat instalasi itu loh) dan DVD 2 Debian 6 (berisi tambahan-tambahan paket yang ada sangkut pautnya dengan DVD 1).
Oke..
Masukkan terlebih dahulu DVD 2 nya, ketikkan #apt-cdrom add
Jika sudah, silakan
#apt-get install postfix courier-imap courier-pop 
jika muncul perintah untuk memasukkan DVD 1, keluarkan DVD 2 dan masukkan DVD 1 nya, begitupun sebaliknya.
Kemudian akan muncul menu PopUp, dan sesuaikan dengan konfigurasi di bawah ini;
a.  General Type of Mail Configuration  : Internet Site
b.  System Mail Name                          : sugeng.com (sesuaikan dengan domain / DNS anda)

Konfigurasi

a. Mail Direktori
Mail direktori ini berfungsi untuk direktori INBOX, pada setiap user yang terdaftar. Pesan yang masuk nantinya akan disimpan sementara dalam direktori tersebut. Agar direktori ini otomatis dibuat pada direktori home setiap user, maka kita harus membuatnya pada direktori /etc/skel/ berikut.
#maildirmake /etc/skel/Maildir

b. Mail Account

Tambahkan dua user eMail, untuk pengujian pada Mail Server nantinya. Pada bagian ini, kita harus terlebih dulu membuat direktori Maildir seperti diatas. Agar setiap user mendapat Maildir secara otomatis.
#adduser mailbox1
#adduser mailbox2

c. Konfigurasi Postfix

#nano /etc/postfix/main.cf
tambahkan baris berikut dipaling bawah
home_mailbox = Maildir/ 

kemudian reconfigure paket postfix

#dpkg-reconfigure postfix
General Type of Mail Configuration          : Internet Site 
System Mail Name                                          : sugeng.com                         //sesuaikan dengan domain anda
Root and postmaster mail recipient         : (leave it blank, bro) 
Other destination to accept...                   : (leave it as it was, just OK) 
Force synchronous updates...                    : No 
Local Networks                                             : 0.0.0.0/0 (add this at the end) 
Use Procmail for local delivery               : No 
Mailbox size limit (bytes)                         : 0 
Local address extension character         : + 
Internet protocols to use                        : ipv4 

kemudian restart daemon paket-paketnya

#/etc/init.d/postfix restart
#/etc/init.d/courier-imap restart
#/etc/init.d/courier-pop restart

Pengujian via localhost

pengujian via localhost dapat dengan bantuan telnet. dari sini kita dapat mengirim email dari user mailbox1 ke mailbox2 atau sebaliknya.
a. SMTP port 25 (Pengiriman Email)
#telnet sugeng.com 25

Trying 192.168.10.1... 

Connected to sugeng.com. 
Escape character is '^]'. 
220 debian6 ESMTP Postfix (Debian/GNU) 
mail from: mailbox1
250 2.1.0 Ok 
rcpt to: mailbox2
250 2.1.5 Ok 
data 
354 End data with <CR><LF>.<CR><LF> 
TEST... 

250 2.0.0 Ok: queued as 10FA74CEF 
quit 
221 2.0.0 Bye 

Connection closed by foreign host. 


Tambahan, untuk keluar dari perintah data yang muncul “End data with <CR><LF>.<CR><LF>” itu maksudnya adalah tanda titik.


b. POP3 port 110 (pengecekan email masuk)

#telnet sugeng.com 110

Trying 192.168.10.1... 

Connected to sugeng.com. 
Escape character is '^]'. 
+OK Hello there. 
user mailbox2 
+OK Password required. 
pass mailbox2
+OK logged in. 
stat 
+OK 1 436 
retr 1 
+OK 436 octets follow. 
Return-Path: <mailbox1@sugeng.com> 
X-Original-To: galipat 
Delivered-To: mailbox2@sugeng.com
Received: from debian6 (debian6 [192.168.10.1]) 
        by debian6 (Postfix) with SMTP id 2FAA74A19 
        for <mailbox2>; Tue, 15 Mar 2011 21:19:56 -0400 (EDT) 
Message-Id: <20110316012007.2FAA74A19@debian5> 
Date: Tue, 15 Mar 2011 21:19:56 -0400 (EDT) 
From: mailbox1@sugeng.com
To: undisclosed-recipients:; 
TEST...                                                                 //isi pesannya

quit 
+OK Bye-bye. 

Pastikan ada email yang masuk ke pop3 anda, jika tidak ada, kemungkinan ada kesalahan dalam konfigurasi.


2. WebMail

Konfigurasi webmail ini berfungsi agar email dapat diakses dengan GUI lewat web browser.
Paket yang digunakan disini adalah "squirrelmail"
#apt-get install squirrelmail

Konfigurasi

secara default, paket squirrelmail ini diletakkan di /usr/share/squirrelmail. Agar squirrelmail dapat diakses via web browser, maka kita harus membuat virtual host terlebih dulu. kita tak perlu repot-repot membuat virtual host baru, karena squirrelmail sudah membuatnya, kita tinggal mengeitnya.

tambahkan "include" di file "apache2.conf" , agar virtual host pada direktori squirrelmail ikut diproses.

#nano /etc/apache2/apache2.conf
include "/etc/squirrelmail/apache.conf"                //tambahkan ini di baris paling bawah

kemudian..

#nano /etc/squirrelmail/apache.conf

Alias /squirrelmail /usr/share/squirrelmail                          //silahkan jika mau diganti 

<Directory /usr/share/squirrelmail> 
  Options Indexes FollowSymLinks 
  <IfModule mod_php4.c> 
    php_flag register_globals off 
  </IfModule> 
  <IfModule mod_php5.c> 
    php_flag register_globals off 
  </IfModule> 
  <IfModule mod_dir.c> 
    DirectoryIndex index.php 
  </IfModule> 
  <Files configtest.php> 
    order deny,allow 
    deny from all 
    allow from 127.0.0.1 
  </Files> 
</Directory> 
# users will prefer a simple URL like http://webmail.example.com 
<VirtualHost *:80>                                                    //ganti menjadi port 80
  DocumentRoot /usr/share/squirrelmail                     //lokasi default web squirrelmail
  ServerName mail.sugeng.com                                  //domain untuk E-Mail
</VirtualHost> 
#. . .  

jika sudah, restart daemon apache2 nya.

#/etc/init.d/apache2 restart

Pengujian

dari web browser di client (boleh windows/linux tetapi berbasis GUI) di address bar ketikkan domain email servernya. mail.sugeng.com , maka gambar yang muncul harusnya seperti ini




Web Server

Kata Web Server dapat dimaknai dengan:

"Suatu Program Komputer yang mempunyai tanggung jawab/tugas menerima permintaan HTTP dari komputer klien, yang dikenal dengan nama web browser, dan melayani mereka dengan menyediakan respon HTTP berupa konten data, biasanya berupa halaman web yang terdiri dari dokumen HTML, dan objek yang terkait seperti gambar, dll".
"Komputer yang menjalankan program diatas. Walaupun masing-masing program webserver secara detil berbeda tetapi pada umumnya program".
Webserver atau server adalah komputer yang dikhususkan untuk menaruh datawebsite, hanya saja dalam hal ini server harus 24 jam online, jika tidak maka data tak bisa diakses oleh pengunjung website. Semua komputer logikanya bisa dijadikan server, namun server yang khusus untuk website punya spesifikasi khusus. Hal ini untuk menjaga agar kecepatan server stabil dan memenuhi kriteria yang dihadapkan. Selain bergantung paga spesifikasi hardware dan software, kecepatan webserver juga bergantung pada akses internet di tempat server berada atau juga tergantung pada kecepatan Internet Service Provider (ISP) yang digunakan untuk online, dan terlebih lagi juga bergantung pada jalur lokasi negara yang bersangkutan.

Web server adalah software yang menjadi tulang belakang dari world wide web(www). Web server menunggu permintaan dari client yang menggunakan browser seperti Netscape Navigator, Internet Explorer, Modzilla, dan program browser lainnya. Jika ada permintaan dari browser, maka web server akan memproses permintaan itu kemudian memberikan hasil prosesnya berupa data yang diinginkan kembali ke browser. Data ini mempunyai format yang standar, disebut dengan format SGML (standar general markup language). Data yang berupa format ini kemudian akan ditampilkan oleh browser sesuai dengan kemampuan browser tersebut. Contohnya, bila data yang dikirim berupa gambar, browser yang hanya mampu menampilkan teks (misalnya lynx) tidak akan mampu menampilkan gambar tersebut, dan jika ada akan menampilkan alternatifnya saja.

Web server, untuk berkomunikasi dengan client-nya (web browser) mempunyai protokol sendiri, yaitu HTTP (hypertext tarnsfer protocol). Dengan protokol ini, komunikasi antar web server dengan client-nya dapat saling dimengerti dan lebih mudah. Seperti telah dijelaskan diatas, format data pada world wide web adalah SGML. Tapi para pengguna internet saat ini lebih banyak menggunakan formatHTML (hypertext markup language) karena penggunaannya lebih sederhana dan mudah dipelajari.

Kata HyperText mempunyai arti bahwa seorang pengguna internet dengan web browsernya dapat membuka dan membaca dokumen-dokumen yang ada dalam komputernya atau bahkan jauh tempatnya sekalipun. Hal ini memberikan cita rasa dari suatu proses yang tridimensional, artinya pengguna internet dapat membaca dari satu dokumen ke dokumen yang lain hanya dengan mengklik beberapa bagian dari halamanhalaman dokumen (web) itu. Proses yang dimulai dari permintaan webclient (browser), diterima web server, diproses, dan dikembalikan hasil prosesnya oleh web server ke web client lagi dilakukan secara transparan. Setiap orang dapat dengan mudah mengetahui apa yang terjadi pada tiap-tiap proses. Secara garis besarnya web server hanya memproses semua masukan yang diperolehnya dari web clientnya.

Fungsi Utama
Fungsi utama sebuah server web adalah untuk mentransfer berkas atas permintaan pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan. Disebabkan sebuah halaman web dapat terdiri atas berkas teks, gambar, video, dan lainnya pemanfaatan server web berfungsi pula untuk mentransfer seluruh aspek pemberkasan dalam sebuah halaman web yang terkait; termasuk di dalamnya teks, gambar, video, atau lainnya.

Pengguna, biasanya melalui aplikasi pengguna seperti peramban web, meminta layanan atas berkas ataupun halaman web yang terdapat pada sebuah server web, kemudian server sebagai manajer layanan tersebut akan merespon balik dengan mengirimkan halaman dan berkas-berkas pendukung yang dibutuhkan, atau menolak permintaan tersebut jika halaman yang diminta tidak tersedia.

Saat ini umumnya server web telah dilengkapi pula dengan mesin penerjemah bahasa skrip yang memungkinkan server web menyediakan layanan situs web dinamis dengan memanfaatkan pustaka tambahan seperti PHP, ASP.

Pemanfaatan server web saat ini tidak terbatas hanya untuk publikasi situs web dalam Waring Wera Wanua, pada prakteknya server web banyak pula digunakan dalam perangkat-perangkat keras lain seperti printer, router, kamera web yang menyediakan akses layanan http dalam jaringan lokal yang ditujukan untuk menyediakan perangkat manajemen serta mempermudah peninjauan atas perangkat keras tersebut.

Cara Kerja Web Server:
1. Cara kerja Web server merupakan mesin dimana tempat aplikasi atau software beroperasi dalam medistribusikan web page ke user, tentu saja sesuai dengan permintaan user.
2. Hubungan antara Web Server dan Browser Internet merupakan gabungan atau jaringan Komputer yg ada di seluruh dunia. Setelah terhubung secara fisik, Protocol TCP/IP (networking protocol) yg memungkinkan semua komputer dapat berkomunikasi satu dengan yg lainnya. Pada saat browser meminta data web page ke server maka instruksi permintaan data oleh browser tersebut di kemas di dalam TCP yg merupakan protocol transport dan dikirim ke alamat yg dalam hal ini merupakan protocol berikutnya yaitu Hyper Text Transfer Protocol (HTTP). HTTP ini merupakan protocol yg digunakan dalam World Wide Web (WWW) antar komputer yg terhubung dalam jaringan di dunia ini. Untuk mengenal protocol ini jelas sangan mudah sekali dimana setiap kali anda mengetik http://… anda telah menggunakannya, dan membawa anda ke dunia internet. Data yg di passing dari browser ke Web server disebut sebagai HTTP request yg meminta web page dan kemudian web server akan mencari data HTML yg ada dan di kemas dalam TCP protocol dan di kirim kembali ke browser. Data yg dikirim dari server ke browser disebut sebagai HTTP response. Jika data yg diminta oleh browser tidak ditemukan oleh si Web server maka akan meninbulkan error yg sering anda lihat di web page yaitu Error : 404 Page Not Found.

Hal ini memberikan cita rasa dari suatu proses yang tridimensional, artinya pengguna internet dapat membaca dari satu dokumen ke dokumen yang lain hanya dengan mengklik beberapa bagian dari halaman-halaman dokumen (web) itu. Proses yang dimulai dari permintaan webclient (browser), diterima web server, diproses, dan dikembalikan hasil prosesnya oleh web server ke web client lagi dilakukan secara transparan. Setiap orang dapat dengan mudah mengetahui apa yang terjadi pada tiap-tiap proses. Secara garis besarnya web server hanya memproses semua masukan yang diperolehnya dari web clientnya.

Aplikasi Pendukung Web Server
1. Text Editor : Digunakan untuk penulisan source code HTML dan Script PHP. Contoh Macromedia Dreamweaver, Notepad, Microsoft Frontpage dan lain sebagainya.
2. Web Browser : Digunakan sebagai media mempublikasikan halaman web. Contohnya Microsoft Internet Explorer, Mozila FireFox dan lain-lain.
3. Server Side Scriptingn : Merupakan teknologi scripting atau pemrograman web dimana script dikompilasi atau diterjemahkan di server. Contohnya seperti ASP, ColdFusion, Java Server Page, Perl, Pyton, PHP. Yang paling umum digunakan adalah PHP.
4. Web Server : Digunakan untuk melayani permintaan browser client yang meminta akses ke suatu halaman web yang berada di sisi server. Web server yang umum digunakan adalah Apache.
5. Database : Digunakan untuk menyimpan data dalam database dan memanipulasi data yang diperlukan. Umumnya yang sering digunakan adalah MySQL.

Webserver memiliki fitur-fitur dasar yang sama seperti :
1. HTTP : Setiap program web server bekerja dengan menerima permintaan HTTP dari klien, dan memberikan respon HTTP ke klien tersebut. Respon HTTP biasanya mengandung dokumen HTML tetapi dapat juga berupa berkas raw, gambar, dan berbagai jenis dokumen lainnya. Jika terjadi kesalahan permintaan dari klien atau terjadi masalah saat melayani klien maka web server akan mengirim respon kesalahan yang dapat berupa dokumen HTML atau teks yang memberi penjelasan penyebab terjadinya kesalahan.
2. Logging: Umumnya setiap web server mempunyai kemampuan untuk melakukan pencatatan/logging terhadap informasi detil mengenai permintaan klien dan respon dari web server dan disimpan dalam berkas log, dengan adanya berkas log ini maka akan memudahkan web master untuk mendapat statistik dengan menggunakan tool log analizer. Pada penggunaan sehari-hari banyak web server mengimplementasikan fitur-fitur berikut : a. Otentifikasi : fitur untuk mengotorisasi suatu permintaan dari klien sebelum menggunakan sumber daya yang dimiliki oleh web server (biasanya User dan Password) b. Penanganan konten statis (berkas tersimpan pada file sistem server) dan konten dinamis dengan mendukung satu atau lebih antara muka yang sesuai (SSI, CGI, SCGI, FastCGI, JSP, PHP, ASP, ASP.NET, Server API seperti NSAPI, ISAPI dsb).
3. Dukungan HTTPS (dengan SSL, atau TSL) yang memungkinkan koneksi yang aman (dengan enkripsi) ke server pada port 433 berbeda dengan koneksi HTTP biasa di port 80
4. Kompresi Konten (misal menggunakan enkoding gzip) untuk mengurangi waktu respon server sehingga penggunaan pita data /Bandwith menjadi lebih hemat.
5. Virtual Hosting yang berguna untuk melayani banyak website hanya dengan menggunakan satu alamat IP.
6. Dukungan berkas berukuran besar, berfungsi untuk mendukung berkas yang memiliki ukuran lebih dari 2 gigabyte.
7. Pengatur Bandwith (Bandwith throttling) yang berfungsi untuk membatasi kecepatan respon dengan tujuan tidak membanjiri jaringan dan menghemat pita data (bandwith) agar dapat melayani klien lebih banyak.

Konten jawaban dari server web dibedakan menjadi :
Konten statis : biasanya berasal dari berkas yang telah ada pada server web
Konten Dinamis : dikatakan konten dinamis jika terjadi perubahan secara dimanis atas isi dari web baik dilakukan oleh program lain, script atau Application Program Interface (API) yang dijalankan oleh server web. Server dengan konten statis biasanya lebih cepat dari yang berisi konten dinamis (2 s.d. 100 kali Lebih cepat), terutama dalam menangani pengambilan data dari database.

Cara Memilih Web Server
Untuk membuat sebuah web server, maka kita akan menemukan berbagai macam persoalan, dimulai dari pemilihan software web browser mana yang paling sesuai kebutuhan, apa saja spesifikasi hardware yang dibutuhkan, bagaimana kondisi interkoneksi jaringan internet yang ada, dan lain sebagainya. Belum lagi termasuk bagian pembuatan halaman-halaman webnya, mau menggunakan format apa (HTML, SGML, PHP, PHP3, CGI, dan lain-lain).

Hal yang paling utama dalam proses pembuatan web server adalah memilih software mana yang akan digunakan sebagai web server kita. Untuk itu perlu adanya pertimbangan sebagai berikut :
1. Lisensi dari software yang akan digunakan (freeware, shareware atau komersial).
2. Kemudahan instalasi.
3. Kemudahan dalam mengatur konfigurasi.
4. Kemudahan untuk menambah atau mengubah peripheralnya.
5. Kemampuan Software.
6. Besar ruang yang dibutuhkan untuk menyimpan file-file minimal yang dibutuhkan agar software dapat berfungsi dengan baik.
7. Prospek software tersebut dimasa yang akan datang.
8. Performasi dan konsumsi sumber daya yang digunakan software itu.
9. Fasilitas apa yang mampu didukung oleh software itu.
10. Dukungan teknis (mempunyai site-site atau milis untuk bertanya bila terjadi masalah).
11. Dukungan platform (jenis sistem operasi apa saja yang dapat menjalankan software tersebut).
12. Dukungan terhadap third party (apakah software ini dapat ditambahkan software tambahan sebagai pelengkap).

Banyak sekali software web server yang dapat kita diambil di internet. Dengan berdasarkan pada 12 macam pertimbangan di atas, maka dapat dipilih software mana saja yang cocok dengan kebutuhan kita. Misalnya, kita memasang web server untuk keperluan suatu perusahaan jasa internet (ISP), maka pertimbangan yang harus diambil adalah apakah mereka menginginkan software yang gratis atau komersial. Keuntungan dari software komersial adalah mereka mempunyai dukungan teknis dan dokumentasi yang lengkap.

Sedangkan pada kebanyakan software gratis mereka tidak menyertakan hal tersebut. Namun, ada juga software gratisan yang mempunyai dukungan teknis dari pembuatnya dan dengan dokuentasi yang lengkap. Salah satu software web server gratisan seperti itu adalah web server Apache.

Konfigurasi
Berikut cara Konfigurasi Web Server Pada Linux Debian CLI dengan Aplikasi Apache.
·                     Setelah login pada salah satu user Debian, kita perlu login ke super user. Caranya ketikan perintah “su” kemudian masukan password root. Perhatikan gambar berikut. 
·                     Instalkan aplikasi apache2, mysql-server, phpmyadmin, dan php5 dengan mengetikan perintah#apt-get install apache2 mysql-server phpmyadmin php5 

·                     Jika muncul pertanyaan yang meminta kita memilih yes atau no, ketik saya ”Y”.



·                     Lakukan penginstalan seperti pada aplikasi-aplikasi pada umunya. Tentukan password, dan pada web server reconfigure automatically pilih “Apache2” saja.



 Pada pertanyaan “Configure database for phpmyadmin with dbconfig-common?”, pilih Yes.




Selanjutnya lakukan penginstalan sampai selesai.

·                     Pindah posisi ke direktori apache2/sites-enabled’. Ketikan perintah #cd /etc/apache2/sites-enabled

·                     Salin isi file 000-default ke www. Ketikan perintah #cp 000-default www

·                     Selanjutnya kita membuka file www yang baru kita buat dengan menggunakan jendela editor pico. Maka ketikan perintah #pico www
·                     Ubah isi file www menjadi seperti tampilan berikut

Tambahkan NameVirtual Host dengan IP Address komputer anda dan diakhiri :80
Pada Vistual Host isi dengan IP Address komputer anda.
Lalu tambahkan ServerName dengan nama domain yang anda gunakan.

·                     Untuk mengecek apakah domain yang telah kita buat telah dapat dilihat oleh komputer yang termasuk ke dalam jaringan komputer dengan menggunakan Web Browser, kita bisa menginstalkan salah satu Web Browser pada Debian yaitu Links dengan mengetikan perintah apt-get install links.

·                     Lalu buka domain yang telah kita buat dengan apliaski Web Browser Links ini dengan mengetikan perintah links www.smkn-2cms-27.sch.id (sesuaikan nama domain), atau links http://192.168.27.20 (sesuaikan IP Address). Maka jika berhasil tampilan pertama akan muncul tulisan “Its Work

·                      Lalu coba buka halaman web ini dengan komputer lain yang termasuk ke dalam jaringan.
Maka domain yang telah kita buat telah dapat dilihat oleh komputer yang termasuk ke dalam jaringan komputer dengan menggunakan Web Browser.


Sumber : http://therusuck.blogspot.com
Terimakasih Atas Kunjungan Anda...
Copyright © 2011. Sahabat Teknologi . All Rights Reserved

Apa itu NTP? Setting NTP Client di Mikrotik
Ahmad Hunaepi
Add Comment
Dasar Mikrotik, RouterBoard, RouterOS, Setting Mikrotik, Tutorial Mikrotik
Apa itu NTP? Setting NTP Client di Mikrotik - Ada yang tau apa itu NTP (Network Time Protocol)?Pasti banyak yang belum tau apa itu Network Time Protocol. NTP memang terdengar asing bagi orang yang belum begitu paham tentang jaringan komputer. Oke, untuk mempelajari lebih lanjut tentang Apa itu NTP (Network Time Protocol) dan penerapannya di Mikrotik silakan simak pengertian NTP berikut ini :

Pengertian NTP
Network Time Protocol atau lebih sering disebut dengan istilah NTP adalah sebuah mekanisme atau protokol yang digunakan untuk melakukan sinkronisasi terhadap penunjuk waktu dalam sebuah sistem komputer dan jaringan. Proses sinkronisasi ini dilakukan di dalam jalur komunikasi data yang biasanya menggunakan protokol komunikasi TCP/IP. Sehingga proses ini sendiri dapat dilihat sebagai proses komunikasi data biasa yang hanya melakukan pertukaran paket-paket data saja.

NTP menggunakan port komunikasi UDP nomor 123. Protokol ini memang didesain untuk dapat bekerja dengan baik meskipun media komunikasinya bervariasi, mulai dari yang waktu latensinya tinggi hingga yang rendah, mulai dari media kabel sampai dengan media udara. Protokol ini memungkinkan perangkat-perangkat komputer untuk tetap dapat melakukan sinkronisasi waktu dengan sangat tepat dalam berbagai media tersebut. Biasanya dalam sebuah jaringan, beberapa node dilengkapi dengan fasilitas NTP dengan tujuan untuk membentuk sebuah subnet sinkronisasi. Node-node tersebut kemudian akan saling berkomunikasi dan ber sinkronisasi menyamakan waktu yang direkam mereka. Meskipun ada beberapa node yang akan menjadi master (primary server), protokol NTP tidak membutuhkan mekanisme pemilihan tersebut.

Oke sudah tau kan apa itu NTP? Kalo sudah jelas tentang NTP sekarang lanjut ke seting NTP pada Mikrotik mari kita Belajar Mikrotik lebih dalam lagi tentang NTP.

Setting Network Time Protocol Client di Mikrotik
Dalam kondisi tertentu Router Mikrotik harus bekerja berdasarkan waktu, baik tanggal, hari, maupun jam. Misalnya saja jika Anda ingin memblokir akses internet di luar jam kerja atau memblokir beberapa situs pada jam-jam tertentu. Jika anda menggunakan PC sebagai Router Mikrotik ini tentu bukan masalah, karena di Motherboard komputer sudah terpasang baterai yang dapat mempertahankan konfigurasi waktu. Namun pada RouterBoard Mikrotik yang tidak memiliki barerai internal maka konfigurasi waktu akan kacau tiap kali router mengalami restart.

Nah, untuk menghindari ketidakakuratan konfigurasi waktu inilah, maka pada Router Mikrotik perlu dikonfigurasikan Network Time Protocol (NTP). Router Mikrotik perlu mengetahui NTP Server yang ada di Internet dan akan berusaha menyesuaikan dengan konfigurasi waktu yang ada di NTP Server tersebut. Untuk sinkronisasi konfigurasi waktu pada Router Mikrotik, Anda dapat menggunakan NTP Server untuk Indonesia dengan IP Address 203.160.128.3.

Untuk lebih mudahnya silakan anda gunakan Winbox untuk menyeting NTP Client nya. Buka Winbox, masuk ke menu System --> NTP Client, seperti gambar berikut :





Centang opsi Enabled --> Mode : unicast --> Primary NTP Server : 203.160.128.3

Atau bisa juga menggunakan command line :
[admin@MikroTik] > system ntp client set primary-ntp=203.160.128.3 enabled=yes mode=unicast

Selanjutnya seting waktu pada mikrotik nya dengan masuk ke menu System --> Clock, seperti gambar di bawah ini :





Atau bisa juga menggunakan command line :
[admin@MikroTik] > system clock set time-zone-name=Asia/Jakarta

Sekarang konfigurasi waktu Router Mikrotik anda sudah sesuai.
Semoga artikel Tutorial Mikrotik Indonesia tentang Apa itu NTP? Setting NTP Client di Mikrotik ini dapat bermanfaat :).

Source : http://ayolinux.blogspot.com/2013/03/apa-itu-ntp-setting-ntp-client-di.html
KONFIGURASI PC ROUTER DAN PROXY SERVER DEBIAN

Apa itu PC Router ? PC Router adalah sebuah PC (Komputer) yang di alih fungsikan menjadi jembatan sebuah jaringan, yang cara kerjanya tidak jauh berbeda dengan router seperti biasanya. Namun dengan menggunakan pc router kita bisa menambahkan banyak konfigurasi dan penambahan – penambahan fitur
sebagai server. Salah satu nya adalah menambahkan setting Proxy server pada sebuah pc router.
Proxy server adalah salah satu jenis server dalam Linux Debian 5 yang dapat di terapkan pada pc router dan bekerja pada sebuah jaringan. Proxy server adalah sebuah server yang berfungsi untuk memberikan pembatasan/pemblokiran hak akses komputer client pada koneksi ke internet berupa keyword atau url sebuah situs di internet.

Konfigurasi PC Router

Pastikan bahwa computer yang akan menjadi PC Router mempunyai dua buah Lan Card.
Lan card 1 kita gunakan untuk koneksi ke Internet
Lan card 2 kita gunakan untuk terkoneksi ke jaringan local.

Login sebagai root

1. Masukan perintah berikut : # nano /etc/network/interfaces (Enter)
2. Kemudian masukan konfigurasi di bawah ini :
            #The primary network interface
            allow-hotplug eth0
            iface eth0 inet static
                        address 192.168.3.11
                        netmask 255.255.255.0
                        network 192.168.3.0
                        broadcast 192.168.3.255
                        gateway 192.168.3.1

            allow-hotplug eth1
            iface eth1 inet static
                        address 192.168.10.1
                        netmask 255.255.255.0
                        network 192.168.10.0
                        broadcast 192.168.10.255
3. Setelah itu simpan konfigurasi tersebut dengan perintah : Ctrl + O(Enter)dan Ctrl + X (Enter)
4. Selanjutnya restart jaringan debian, masukan  peintah : # /etc/init.d/networking restart (Enter)
5. Cek hasil konfigurasi dengan perintah : # ifconfig (Enter)
6. Jika eth0 dan eth1 belum juga muncul pada hasil checking, kita harus melakukan perintah up pada masing – masing eth..
Ketikan perintah: # ifup eth0 (Enter) dan # ifup eth1 (Enter)
7. Lalu cek kembali hasilnya # ifconfig (Enter)
8. Jika Eth0 dan Eth1 telah muncul kita bisa lanjut ke konfigurasi berikutnya.
9. Berikutnya kita akan setting DNS, kali ini kita gunakan DNS Google ketikan :
    # nano /etc/resolv.conf (Enter)
    Masukan konfigurasi berikut ini :
            nameserver 8.8.8.8
            nameserver 8.8.4.4

11. Simpan konfigurasi diatas Ctrl + O (Enter) dan Ctrl + X (Enter)
12. Restart kembali jaringan debian: # /etc/init.d/networking restart (Enter)
13. Kita aktifkan ipforward ke computer client, caranya : # nano /etc/sysctl.conf (Enter)
      Cari baris berikut #net.ipv4.ip_forward=1
      Lalu hilangkan tanda pagar, sehingga menjadi: net.ipv4.ip_forward=1
      Jangan lupa simpan: Ctrl + O(Enter) dan Ctrl + X (Enter)
14. Setelah kita aktifkan, kita akan masukan konfigurasi ipforward, dengan perintah :
      # echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward (Enter)
15. Lalu cek hasil ip_forward yang kita masukan,  Cara cek dengan perintah :
      # cat /proc/sys/net/ipv4/ip_forward (Enter)
       jika hasilnya 1 berarti sukses.
16. Kemudian masukan konfigurasi IPTABLES untuk setting ketentuan ipROUTER. Masukan perintah :
      # iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth0 –j MASQUERADE (Enter)
      Lalu simpan dengan perintah :  # iptables-save  (Enter)

Dengan begitu PC ROUTER anda sudah siap untuk di gunakan sebagai router sebuah jaringan local. Namun konfigurasi IPTABLES di atas akan hilang saat komputer anda restart ulang.
Jadi.. untuk mencegah hilangnya konfigurasi tersebut, kita harus menyimpan konfigurasi tersebut, sehingga akan di load secara otomatis oleh komputer saat hidup.

Caranya adalah sebagai berikut :
# nano /etc/rc.local  (Enter)

1. Masukan konfigurasi berikut di atas baris “Exit 0”
            echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
            iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth0 –j MASQUERADE
            lalu simpan: Ctrl + O(Enter) dan Ctrl + X (Enter)
2. Setelah itu reboot computer anda # init 6 (Enter)

Setelah kita punya PC ROUTER dengan  Linux debian, selanjutnya kita akan melakukan konfigurasi ip di komputer client dengan sistemoperasi Windows
Ip address      : 192.168.10.2 ( disesuaikan dengan eth1 debian)
Netmask         : 255.255.255.0
Gateway         : 192.168.10.1 (ip eth1 debian merupakan gerbang ke internet)
DNS                : 192.168.3.1 (ip internet sekolah kita, yang akan menerjemahkan sinyal internet)

Setelah itu cek koneksi internet pada windows, jika sudah terkoneksi maka PC Router tidak punya masalah lagi. Kita bias langsung melakukan konfigurasi Proxy server.

1. Kembali ke komputer debian, login sebagai root.
2. Install paket Squid untuk instalasi Proxy server, masukan perintah : # apt-get install squid (Enter)
3.  Setelah paket squid terinstall dengan sempurna, kita lakukan konfigurasi pada file Squid.conf
     # nano /etc/squid/squid.conf (Enter)
     Cari baris berikut ini : http_port 3128 tambahkan menjadi http_port 3128 transparent
     Cari beris berikut :
            # cache_mem 8 mb hilangkan tanda (#) lalu ganti 8 mb menjadi 32 mb,
             sehingga menjadi baris cache_mem 32 mb
    Cari baris berikut :
            # cache_dir ufs /var/spool/squid 100 16 256  hilangkan tanda (#) lalu ganti 100 menjadi 1000
            cache_dir ufs /var/spool/squid 1000 16 256
    Cari baris berikut :
            # cache_mgr webmaster  hilangkan tanda (#),  ganti menjadi :
             Cache_mgr alie.abdurrohman@alieman.sch.id
   Cari baris berikut :
            # TAG: visible_hostname Ketikan dibawah #Default
                Visible_hostname www.alieman.sch.id
4. Simpan konfigurasi diatas:Ctrl + O(Enter) dan Ctrl + X (Enter)

5. Berikutnya kita akan membuat file blokir untuk mentimpan daftar site yang kita blok
    # nano /etc/squid/blokir.txt (Enter)
6. Masukan url website yang akan di blokir :
            www.facebook.com
            www.youtube.com
7. Simpan konfigurasi diatas:Ctrl + O(Enter) dan Ctrl + X (Enter)
8. Selanjutnya masuk kembali ke konfigurasi squid.conf
   # nano /etc/squid/squid.conf (Enter)
   Cari baris berikut :
            Acl all src all
            Acl manager proto cache_object
            Acl localhost src 127.0.0.1/32
            Acl to_localhost dst 127.0.0.0/8

    Kemudian tambahkan konfigurasi berikut ini di bawah baris tersebut :
            Acl lan src 192.168.3.0/24
            Acl blokir url_regex “/etc/squid/blokir.txt”

   Cari baris berikut : http_access allow manager localhost
   Lalu tambahkan baris berikut di atas baris tersebut :
            http_access deny blokir
            http_access allow all

10. Simpan konfigurasi diatas:Ctrl + O(Enter) dan Ctrl + X (Enter)
11. Terakhir, sekarang kita akan membuat jembatan proxy ke jaringan local
     # nano /etc/rc.local (Enter)
12. Tambahkan baris berikut sebelum Exit 0
      iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth1 –p tcp –dport 80 –j REDIRECT –to-ports 3128
13. Simpan konfigurasi diatas:Ctrl + O(Enter) dan Ctrl + X (Enter)
14. Berikutnya kita akan checking hasil konfigurasi untuk squid
       # squid –k reconfigure (Enter)

Instalasi Dan Konfigurasi Mail Server Di Ubuntu



Mail Server adalah Perangkat lunak program yang mendistribusikan file atau informasi sebagai respons atas permintaan yang dikirim via email, juga digunakan pada bitnet untuk menyediakan layanan serupa http:// FTP.
Mail Serve biasanya dikelola oleh seorang yang biasanya dipanggilpostmaster. Tugas dari postmaster adalah mengelola account,memonitor kinerja server, dan tugas administratif lainnya.

Proses pengiriman e-mail malalui tahapan yang sedikit panjang. Saat e-mail di kirim, maka e-mail tersebut disimpan pada mail server menjadi satu file berdasarkan tujuan e-mail. File ini berisi informasi sumber dan tujuan, serta dilengkapi tanggal dan waktu pengiriman. Pada saat user membaca e-mail berarti user telah mengakses server e-mail dan membaca file yang tersimpan dalam server yang di tampilkan melalui browser user.

CARA KERJA

Pada mail server terdapat dua server yang berbeda yaitu incoming dan outgoing server. Server yang biasa menangani outgoing e-mail adalah server SMTP(Simple Mail Transfer Protocol) pada port 25 sedangkan untuk menangani e-mail adalah POP3(Post Office Protocol) pada port 110.

Saat e-mail dikirim maka akan langsung ditangani oleh SMTP server dan akan dikiriM ke SMTP tujuan, baik secara langsung maupun melalui beberapa SMTP server yang ada pada jalur tujuannya. Apabila server terkoneksi ke jaringan maka pesan akan langsung di kirim, tapi apa bila server tidak terkoneksi ke jaringan maka pesan akan dimasukkan ke dalam queue dan di resend setiap 15 menit. Apabila dalam 5 hari server tidak juga terkoneksi jaringan maka akan muncul pemberitahuan undeliver notice ke inbox pengirim.

Apabila e-mail terkirim maka akan masuk pada POP3 server atau IMAP server. Jika menggunakan POP3 server user akan membaca file pesan maka komputer user akan mendownload file pesan dari server sehingga file tersebun hanya akan ada pada komputer user tersebut. Sehingga user dapat membaca pesan yang telah di download tersebut. Berbeda dengan IMAP server yang mempertahankan e-mail pada server sehigga e-mail dapat di buka kembali pada device yang berbeda.

Untuk Membangun Mail Server di Ubuntu, disini saya menggunakan 4 (tiga) buat software yakni:
1. Bind9 (DNS Server)
DNS Server adalah Server yang berfungsi menangani translasi penamaan host -host kedalam IP Address, begitu juga sebaliknya dalam menangani translate dari IP Address ke Hostname.
Bind9 adalah sebuah aplikasi untuk implementasi dari konsep DNS Server yang paling banyak digunakan saat ini.

2. Postfix (Fasilitas Sendmail)
Postfix adalah sebuah program pengirim email yang ditulis oleh Wietse Venema, yang mulai menjadi alternatif lain terhadap dominasi penggunaan sendmail. Postfix berusaha menjadi program yang cepat, mudah dikelola, dan aman, dimana juga harus cukup sesuai dan cocok dengan Sendmail sehingga tidak mengecewakan penggunanya. Maka dari itu, jika dilihat sekilas dari luar nampak mirip seperti Sendmail, tapi didalam semuanya berbeda.
Beberapa fitur yang ditawarkan oleh Postfix :
Performance. Postfix mampu melayani sejuta email dalam sehari
Kompatibilitas. Postfix sangat kompatibel dengan Sendmail (yang sudah banyak dipergunakan orang sebagai MTA di UNIX.
Terdiri beberapa program kecil yang saling tidak percaya. Jika Sendmail hanya mampunyai satu program besar dan satu file konfigurasi besar, maka Postfix memiliki program-program kecil yang menjalankan tugasnya secara spesifik.
Keamanan. Postfix dijalankan dengan proteksi bertingkat, oleh program-program kecil yang saling tidak percaya. Masing-masing program dijalankan oleh user khusus (bukan setuid).
Multiple Transport. Postfix dapat mengirim surat dengan modus SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) dan UUCP (Unix to Unix Copy Protocol) sekaligus.
Mendukung format Maildir. Maildir adalah format boks penyimpanan surat dalam bentuk folder daripada berbentuk satu fila (mbox).
Kemudahan konfigurasi. Meskipun Postfix terdiri dari banyak program kecil, namun hanya memiliki satu file konfigurasi yang mudah untuk di seting yakni /etc/postfix/main.cfg.
Berikut sekilas gambaran bagaimana Postfix bekerja :
1. Jika ada mail lokal, maupun mail remote yang mempergunakan SMTP, diletakkan ke dalam direktori /var/mail/postfix/maildrop. Direktori ini world writable, dan permissionnya selalu dicek oleh pickup daemon setiap kali ada mail masuk.
2. Di sini akan dicek host, domain, maupun username yang dituju. Pengecekan juga termasuk yang didefinisikan di /etc/aliases dan ~/.forward. Jika bermasalah, mail akan dikembalikan ke pengirim. Biasanya ada satu tembusan ke postmaster.
3. Dari maildrop, mail akan di clean-up dengan menambahkan header, dan meletakkannya di direktori /var/mail/postfix/incoming. Disini program queue manager akan diaktifkan.
4. Queue Manager akan memisahkan mail-mail yang ditujukan untuk jaringan lokal dan mail yang ditujukan untuk host/jaringan remote. Jika ada mail yang macet, Queue Manager akan memilahnya, sehingga tidak mempengaruhi pengantaran mail lainnya.
5. Trivial-rewrite adalah program yang dipanggil oleh Queue Manager untuk resolving alamat dari tujuan surat.
3. Dovecot
Dovecot adalah program yang bisa digunakan sebagai protocol yang menjembatani user untuk mengakses mail yang ada di server dengan menggunakan protocol POP3, IMAP maupun versi secure dari keduanya yakni POP3s dan IMAPs.
4. Squirrelmail
Squirrelmail adalah salah satu aplikasi web yang sudah terpasang di CPanel untuk keperluan membaca email. Adalah aplikasi webmail yang mendukung protokol IMAP dan SMTP dan menampilkan halaman dalam format HTML tanpa membutuhkan javascript, sehingga bisa dengan mudah diakses menggunakan browser apapun dan sangat ringan.

Dengan tampilannya yang sederhana, SquirrelMail mempunyai semua fungsi-fungsi yang seharusnya ada di aplikasi pembaca email, meliputi penggunaan attachment, buku alamat, folder, kalender, dll.

Jadi jika Anda sedang butuh untuk membuka webmail dan koneksi internet tidak terlalu bagus, Anda bisa memilih Squirrelmail sebagai aplikasi pembaca email Anda.